13 Oktober 2013

Hilang



Waktu begitu cepat berlalu. Semuanya terasa sebentar seperti saat ku kedipkan mata ini. Masih ingatkah kau tentang cerita kita dulu?. Ya, dari awal pertemuan kita yang tak mengenal satu sama lain. Mulai dari perkenalan biasa, saling menyapa, saling bercerita dan sampai pada akhirnya aku merasa kita begitu dekat. Entah mengapa ini bisa terjadi tentunya inilah takdir yang Tuhan pilihkan agar kita saling mengenal satu sama lain. Rasanya memang senang mendapatkan teman baru namun kalimat “teman” itu kurasa kurang cocok karena entahlah ada sesuatu hal yang membuat kau seperti lebih dari sekedar teman. Hari hariku begitu bahagia karenamu banyak warna yang kau lukiskan dalam kanvas kehidupanku. Kau seperti penyemangat untuk awal hariku. Perhatianmu sungguh membuatku terbuai walaupun hanya hal kecil namun itu sangat berarti untukku. Kita sering melewati hari bersama, tak ada satupun hal yang kau dan aku sembunyikan satu sama lain. Rasa itu semakin kuat dan semakin kuat sampai pada akhirnya aku akui aku “JATUH CINTA PADAMU”. Kau orang pertama yang mungkin membuatku merasakan hal yang sulit ku ungkapkan walaupun sebelumnya aku juga pernah merasakan cinta namun tak sehebat seperti ini. “kamu lebih dari teman ataupun sahabat” ingatkah kau akan kata kata itu ?! kata kata yang kau ucapkan padaku dimalam saat kita duduk berdua ditemani berjuta bintang dilangit. “aku sayang sama kamu” dan ingatkah kau ucapkan itu padaku?! Itu adalah kata kata yang kau ucapkan saat aku berada dalam dekapanmu. Apakah ini hanya persahabatan semata? Bukan ! ini seperti lebih dari itu ! ya ! selayaknya sepasang kekasih. Tapi.. kita bukan sepasang kekasih ! kita hanya sahabat !. aku sungguh terlalu percaya saat itu bahwa kau merasakan hal yang sama tanpa aku harus menanyakan kepadamu tentang rasa itu. Kau semakin nyata kau semakin dalam memasuki relung hatiku. Sampai pada suatu hari aku memberanikan diriku untuh bertanya tentang semua rasa dan asa kepadamu. Kutunggu jawaban indah darimu. Namun ternyata semua itu hanyalah angan belaka yang memang lepas terbang tinggi dan takkan ku genggam. “maaf, aku tak merasakan seperti apa yang kamu rasakan” kau tau rasanya saat kau ucapkan itu padamu?! Aku seperti jatuh kedalam lubang yang dalam dan tak berujung. “tapi? Dulu kamu bilang kamu sayang sama aku? Kamu bilang aku lebih dari sekedar sahabat untukmu?”. “ya aku memang sayang sama kamu dan kamu memang lebih dari sekedar sahabat karna kamu aku anggap adikku sendiri”. Ah bodoh ! aku memang benar benar tolol ! aku sudah berharap lebih darimu ! terlepas memang kau tak pernah begitu perhatian padaku seperti yang aku lakukan padamu ! namun masih terngiang dalam benakku tentang ucapan sayangmu tentang segala ucapanmu yang membuat diriku terasa special namun ternyata hanya sekedar kau anggap aku ini adikmu. Ini kenyataan pahit yang harus kuterima. Ku coba melupakanmu tapi itu membuat ku semakin terhanyut dalam luka. Semakin lama kita semakin menjauh dan tak ada lagi sapaan diantara kita berdua. Belum hilang luka yang aku dapatkan tiba tiba kau hadir tepat didepanku dengan seorang wanita yang kau genggam erat jemarinya itu. Dengan acuh kau lewat didepanku. Kau tak peduli pada ku! Kau tak peduli pada perasaanku. Padahal kau jelas tau ! AKU MENCINTAIMU !. semakin dalam luka ini. Semakin sesak rasanya melihat kau bersamanya. Terimakasih… terimakasih kau telah membuatku menjadi orang tolol ! ya tolol karna mencintai seseorang yang takkan pernah mencintaiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar