Waktu begitu cepat berlalu. Semuanya terasa sebentar
seperti saat ku kedipkan mata ini. Masih ingatkah kau tentang cerita kita
dulu?. Ya, dari awal pertemuan kita yang tak mengenal satu sama lain. Mulai
dari perkenalan biasa, saling menyapa, saling bercerita dan sampai pada
akhirnya aku merasa kita begitu dekat. Entah mengapa ini bisa terjadi tentunya
inilah takdir yang Tuhan pilihkan agar kita saling mengenal satu sama lain.
Rasanya memang senang mendapatkan teman baru namun kalimat “teman” itu kurasa
kurang cocok karena entahlah ada sesuatu hal yang membuat kau seperti lebih
dari sekedar teman. Hari hariku begitu bahagia karenamu banyak warna yang kau
lukiskan dalam kanvas kehidupanku. Kau seperti penyemangat untuk awal hariku.
Perhatianmu sungguh membuatku terbuai walaupun hanya hal kecil namun itu sangat
berarti untukku. Kita sering melewati hari bersama, tak ada satupun hal yang
kau dan aku sembunyikan satu sama lain. Rasa itu semakin kuat dan semakin kuat
sampai pada akhirnya aku akui aku “JATUH CINTA PADAMU”. Kau orang pertama yang
mungkin membuatku merasakan hal yang sulit ku ungkapkan walaupun sebelumnya aku
juga pernah merasakan cinta namun tak sehebat seperti ini. “kamu lebih dari
teman ataupun sahabat” ingatkah kau akan kata kata itu ?! kata kata yang kau
ucapkan padaku dimalam saat kita duduk berdua ditemani berjuta bintang
dilangit. “aku sayang sama kamu” dan ingatkah kau ucapkan itu padaku?! Itu
adalah kata kata yang kau ucapkan saat aku berada dalam dekapanmu. Apakah ini
hanya persahabatan semata? Bukan ! ini seperti lebih dari itu ! ya ! selayaknya
sepasang kekasih. Tapi.. kita bukan sepasang kekasih ! kita hanya sahabat !.
aku sungguh terlalu percaya saat itu bahwa kau merasakan hal yang sama tanpa aku
harus menanyakan kepadamu tentang rasa itu. Kau semakin nyata kau semakin dalam
memasuki relung hatiku. Sampai pada suatu hari aku memberanikan diriku untuh
bertanya tentang semua rasa dan asa kepadamu. Kutunggu jawaban indah darimu.
Namun ternyata semua itu hanyalah angan belaka yang memang lepas terbang tinggi
dan takkan ku genggam. “maaf, aku tak merasakan seperti apa yang kamu rasakan”
kau tau rasanya saat kau ucapkan itu padamu?! Aku seperti jatuh kedalam lubang
yang dalam dan tak berujung. “tapi? Dulu kamu bilang kamu sayang sama aku? Kamu
bilang aku lebih dari sekedar sahabat untukmu?”. “ya aku memang sayang sama
kamu dan kamu memang lebih dari sekedar sahabat karna kamu aku anggap adikku
sendiri”. Ah bodoh ! aku memang benar benar tolol ! aku sudah berharap lebih
darimu ! terlepas memang kau tak pernah begitu perhatian padaku seperti yang
aku lakukan padamu ! namun masih terngiang dalam benakku tentang ucapan
sayangmu tentang segala ucapanmu yang membuat diriku terasa special namun
ternyata hanya sekedar kau anggap aku ini adikmu. Ini kenyataan pahit yang
harus kuterima. Ku coba melupakanmu tapi itu membuat ku semakin terhanyut dalam
luka. Semakin lama kita semakin menjauh dan tak ada lagi sapaan diantara kita
berdua. Belum hilang luka yang aku dapatkan tiba tiba kau hadir tepat didepanku
dengan seorang wanita yang kau genggam erat jemarinya itu. Dengan acuh kau
lewat didepanku. Kau tak peduli pada ku! Kau tak peduli pada perasaanku.
Padahal kau jelas tau ! AKU MENCINTAIMU !. semakin dalam luka ini. Semakin
sesak rasanya melihat kau bersamanya. Terimakasih… terimakasih kau telah
membuatku menjadi orang tolol ! ya tolol karna mencintai seseorang yang takkan
pernah mencintaiku.